Laman

Selasa, 17 Februari 2015

Adanya Sihir dan Nabi pun Pernah Terkena Sihir Orang Yahudi


Para ahli bid’ah mengingkari hadits-hadits tentang tersihirnya Nabi. Mereka berdalil dengan ayat berikut:

“Kamu tidak lain hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir.” (QS. Al-Isra’: 47)

Mereka beranggapan bahwa Allah telah membantah prasangka orang kafir bahwa Nabi terkena sihir. Seandainya Nabi dapat disihir, secara tidak langsung hal itu membenarkan perkataan orang kafir sebagaimana diterangkan dalam Firman Allah: “Kamu tidak lain hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir.” Selain itu, peristiwa penyihiran yang menimpa Nabi akan mengguncang makna kenabiannya dan menimbulkan keraguan. Ketika mengusung pendapat bahwa Nabi berimajinasi melihat Jibril, tapi bukan Jibril atau dia merasa diwahyukan sesuatu tapi tidak ada wahyu itu. Tidak pantas Nabi Muhammad terkena sihir.

Sabtu, 07 Februari 2015

Kesurupan Jin Dalam Pandangan Islam

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum Ustadz.
Saya mau tanya bagaimana pandangan dalam Islam mengenai orang kesurupan jin/setan. Dan status hukum orang yang berusaha menyembuhkan. Mohon penjelasannya.
Wassalam
Dari: Surono

Minggu, 25 Januari 2015

Lebih Mengenal Dunia Sihir Dan Perdukunan

Santet dan sejenisnya itu ada dan termasuk sejenis sihir. Para ulama Ahli Sunnah sepakat bahwa sihir itu memiliki hakekat dan nyata. Walaupun kelompok Mu’tazilah dan orang-orang yang terpengaruh dengan mereka mengingkari hakekat sihir, namun pengingkaran mereka tidak ada nilainya.

Berikut rekaman dari siaran live di Radio Rodja dan RodjaTV pada Rabu pagi, 10 Jumadal Ula 1435 / 12 Maret 2014. Sebuah kajian tematik yang dibawakan oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, berjudulkan “Lebih Mengenal Dunia Sihir dan Perdukunan“, yang semoga dengan ini kita dapat semakin mengenal apa itu sihir, apa saja yang termasuk dalam kategori sihir, bagaimana ciri seorang dukun, dan lain-lain :

Sabtu, 10 Januari 2015

Syafa'at Bermanfaat Bagi Penghuni Neraka Yang Beriman

Masalah syafa'at termasuk cabang iman kepada hari akhir yang merupakan rukun iman, sehingga penting untuk dibahas dan difahami. Berikut buah pena Ustadz Ahmas Faiz bin Asifuddin hafidzahullah, semoga bermanfa'at!

Seluruh Ulama Ahlu Sunnah wal Jama'ah bersepakat bahwa penghuni Neraka yang memiliki keimanan dalam hatinya, meskipun hanya seberat butir atom, akan keluar dari Neraka. Baik dengan syafa'at para nabi, malaikat atau orang mukmin, maupun dengan rahmat Allah Azza wa Jalla.

Tetapi orang-orang Khawarij dan Mu'tazilah serta pengikut-pengikutnya, mereka tidak meyakini kesepakatan Ahlu Sunnah wal Jama'ah yang dipimpin oleh Nabi dan para sahabat beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam itu. Khawarij dan Mu'tazilah memang termasuk golongan ahli bid'ah, golongan sempalan yang selalu mengacaukan kesatuan umat Islam, baik dengan pemahaman atau dengan tindakannya.

Senin, 07 April 2014

Syarat-Syarat Wajib Zakat Mal

Tidak tersembunyi bahwa ada sebagian ummat Islam yang menerapkan zakat tanpa nishab dan haul pada kelompoknya. Sebesar apapun harta dan penghasilan mereka, mereka wajib mengeluarkan zakat. Rumah dizakati, tanah dizakati, kendaraan dizakati, bahkan setiap pergantian dzat barang juga dizakati. Mereka mendasari pengamalan ini dengan membawa ayat wa mimmaa razaqnaahum yunfiquun (Al Baqarah 3) dengan mengambil 'jiwa zakat' (istilah mereka).
Sesuaikah apa yang mereka amalkan dengan apa yang diamalkan oleh Rasulullahi shalallahu 'alaihi wa sallam dan para shahabatnya? Melengkapi artikel kami sebelumnya Syarat-syarat Zakat, berikut kami ketengahkan tulisan Ustadz Kholid Syamhudi, Lc hafidhahullahu ta'alaa pada majalah As-Sunnah Edisi 06/Tahun XV/1432H/2011, semoga bermanfaat!

Selasa, 01 April 2014

Rujuk dari Kekeliruan Apabila Kebenaran Telah Nampak

Sifat ini merupakan kesempurnaan kewaraan dan kejujuran seseorang. Orang yang jujur tidak akan berdiri dengan kaki lemah dan goyah di hadapan dirinya ketika telah jelas kekeliruan padanya. Ia tidak akan membayangkan hal itu akan mengurangi kedudukannya dan tidak pula melemahkan kewibawaannya. Bahkan, ia akan bersegera memegang kendali kebenaran dan menggigitnya dengan gigi gerahamnya. Tentu saja, ini membutuhkan penghapusan hawa nafsu dan anggapan kesucian diri.

Rabu, 05 Maret 2014

SIKAP Tengah Ahlussunnah Kepada Ahlu Bid’ah

وعن بن عباس رضي الله عنهما ان النبي صلى الله عليه وسلم قال:أوثق عرى الإيمان : الموالاة في الله والمعاداة في الله , والحب في الله والبغض في الله عز وجل
 رواه الطبراني وصححه الألباني في صحيح الجامع ٢٥٣٩
Dari Ibnu Abbas radhiyallah ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Ikatan iman yang paling kuat adalah membela karena Allah, memusuhi karena Allah. Mencintai karena Allah dan  membenci karena Allah”
(Riwayat Imam Thabrani, dishahihkan al-Albani dalam Shahihul Jami’/2539)